GUDANG PUISI 2014
ketika ku lihat dia
tergambar segaris senyum
senyum yg membuat hatiku luka
entah mengapa setiap ku lihat senyumnya
senyum itu seakan mengikat kuat dadaku
merebut setiap nafasku
dan menghentikan aliran darahku
senyum itu…
ahh.sudahlah.
aku tak mau mengingatnya lagi
dia,pemilik senyum itu
yg dulu pernah jadi milikku sekian waktu
tapi itu dulu.
kini dia tlah pergi tinggalkanku
Senyum Kekasihku – oleh Wahyu Kusuma Wardani
Ngawi
Showing posts with label PUISI SEDIH DAN GALAU 2014. Show all posts
Showing posts with label PUISI SEDIH DAN GALAU 2014. Show all posts
Monday, September 1, 2014
SAYONARA CINTA – oleh Dewi Wahidatul Faiza
GUDANG PUISI 2014
ibarat embun pagi..
yang selalu memberikan kesejukan
dan energi disetiap titik kehidupan
seperti halnya engkau..
engkaulah embun itu!
kau juga yang selalu memberiku sebuah energi terbesar
yang selalu membangkitkan semangatku
di lautan putih abu-abu.
ada kamu disana, dan itu semangatku.
tapi sekarang aku harus menjauh darimu
bukan karena apapun.
hanya saja aku tak ingn meemperdalam rasa cinta ini
aku takut jika rasa ini bisa menghancurkan
segala cerita yang telah kita tulis bersama
di hatiku… dan di hatimu…
Sayonara Cinta – oleh Dewi Wahidatul Faiza
Tuban, Jawa Timur, Indonesia
ibarat embun pagi..
yang selalu memberikan kesejukan
dan energi disetiap titik kehidupan
seperti halnya engkau..
engkaulah embun itu!
kau juga yang selalu memberiku sebuah energi terbesar
yang selalu membangkitkan semangatku
di lautan putih abu-abu.
ada kamu disana, dan itu semangatku.
tapi sekarang aku harus menjauh darimu
bukan karena apapun.
hanya saja aku tak ingn meemperdalam rasa cinta ini
aku takut jika rasa ini bisa menghancurkan
segala cerita yang telah kita tulis bersama
di hatiku… dan di hatimu…
Sayonara Cinta – oleh Dewi Wahidatul Faiza
Tuban, Jawa Timur, Indonesia
MUTIARA TANGISKU – oleh Faid
GUDANG PUISI 2014
Dari kejauhan sini ku lihat bukit itu tetap terdiam kaku
lama aku memandangnya sampai mata ini benar” menjadi buta
hingga aku tak tau lagi jalan menuju pulang pada kedamaian tanpa penantian
saatnya ku katakan tawakkal setelah usaha ini ku anggap cukup …
Waktu yang tak lagi banyak kumiliki mebuatku seakan menyerah
sedang keinginan mereka seperti membunuhku ..
Tuhan …
sanggupkah aku perjuangkan semua in jika jalanku sebelumnya telah ku bakar hangus ..
Semua harapan- harapanku sepertinya hanya dapat ku kisahkan lewat coretan-coretan tintaku
semuga dunia jadikanku kenangan yg indah untuknya
Mutiara Tangisku – oleh Faid
Dari kejauhan sini ku lihat bukit itu tetap terdiam kaku
lama aku memandangnya sampai mata ini benar” menjadi buta
hingga aku tak tau lagi jalan menuju pulang pada kedamaian tanpa penantian
saatnya ku katakan tawakkal setelah usaha ini ku anggap cukup …
Waktu yang tak lagi banyak kumiliki mebuatku seakan menyerah
sedang keinginan mereka seperti membunuhku ..
Tuhan …
sanggupkah aku perjuangkan semua in jika jalanku sebelumnya telah ku bakar hangus ..
Semua harapan- harapanku sepertinya hanya dapat ku kisahkan lewat coretan-coretan tintaku
semuga dunia jadikanku kenangan yg indah untuknya
Mutiara Tangisku – oleh Faid
MINGGU JANGAN DATANG – oleh Fahdina Ilal Haqqi
GUDANG PUISI 2014
Kemana kakiku harusnya melangkah?
Baru berdiri saja kau ulang keburukan itu
Dan kau mintaku kembali seperti dulu
Dalam kelamku kau tenggelamkanku semakin jauh
Dalam cahayaku kau tetap saja harapkan aku tuk padam
Tuhan..
Kupertahankan pelita cahayaku yang hampir jatuh
Karena ku ingat kan kedua pundakku
Tapi dia padamkan hingga ku tak tahu lagi arah pulang
Tuhan..
Aku tak ingin minggu datang
Egoiskah jika ku pinta tuk jauhkan minggu dariku?
Minggu yang jadi tawa bagi mereka
Kan jadi hari peluh untukku
Dihari selasa aku benci minggu
Minggu, jangan ingin bertemu aku!
Aku takut sakit tuhanku!
Adakah peluk kasih untukku?
Yang mungkin kasihnya kan balut luka-lukaku
Minggu Jangan Datang – oleh Fahdina Ilal Haqqi
Sidoarjo
MANTAN – oleh Michael Bram Febrian
GUDANG PUISI 2014
Kau hanya kenangan terbuai
Walau hampa ku rasa saat ini
Pedih melihat diri ini
Namamu tak kan ukir di hatiku
Kulupakan semua bersamamu
Ku tak peduli lagi denganmu
Kisah yang kita ukir kita telah sirna
Keindahanmu tak terlihat lagi
Kau jalan bersama orang lain
Hanya senyum yang kuberi
Walau hati Ini sakit pedih
Hanya air mata yang keluar
Kau tak lebih sekadar “MANTAN”
Yang menghiasi hidupku
Mantan – oleh Michael Bram Febrian
Mahasiswa STIE Musi Palembang
Palembang

Kau hanya kenangan terbuai
Walau hampa ku rasa saat ini
Pedih melihat diri ini
Namamu tak kan ukir di hatiku
Kulupakan semua bersamamu
Ku tak peduli lagi denganmu
Kisah yang kita ukir kita telah sirna
Keindahanmu tak terlihat lagi
Kau jalan bersama orang lain
Hanya senyum yang kuberi
Walau hati Ini sakit pedih
Hanya air mata yang keluar
Kau tak lebih sekadar “MANTAN”
Yang menghiasi hidupku
Mantan – oleh Michael Bram Febrian
Mahasiswa STIE Musi Palembang
Palembang

DI WAKTU PAGI – oleh Abd Azis Ana
GUDANG PUISI 2014
Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi
Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi
Lantas datang pengamin kasih
Menjing-jing sebungkus nasi
Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi
Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci
Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas berkuasa…..!!!!”
Bandung,25/02/2014
abd azis ana
hp :087823364016
Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi
Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi
Lantas datang pengamin kasih
Menjing-jing sebungkus nasi
Akhirnya ia makan dengan sambel dan terasi
Sambil ia berbisik-bisik pada gitar banci
Katanya “halte ini adalah tempat kami dan kalian tak pantas berkuasa…..!!!!”
Bandung,25/02/2014
abd azis ana
hp :087823364016
BAHAGIA YANG TAK NYATA – oleh Taufiq Ridho
GUDANG PUISI 2014
Sepi adalah temanku..
Pekat malam yang menggelapkan hati
dinginnya yg membekukan jiwa
aku di patungkan suasana
para jangkrik mulai memainkan perannya
bersuara di keheningan malam
seakan suara mereka menertawakan hidupku
hidupku yang sudah tak bermakna
rasa sedih yg kini menguasai
kekosongan hati yang tak juga terisi
tapi masih ku berikan senyumku pada dunia
sebuah senyuman palsu
akulah si bahagia yang tak nyata
semua tawaku bersifat fana
kebahagia’anku pergi di bawa cinta
cinta yang hancurkan hidup yang aku punya
cinta yang aku puja
malah menghancurkan hati ini
kepingannya coba ku susun kembali
ku bentuk menyerupai aslinya
tapi tak menghilangkan tanda dari retakannya
rasa sakit ini akan ku bawa mati
biarlah sang cinta membawa bahagia
aku relakan kau pergi
menyisakan kekosongan hati ini
agar kau mendapat bahagia
walau aku sangat menderita
Si bahagia yang tak nyata – oleh Taufiq Ridho
Garut
Sepi adalah temanku..
Pekat malam yang menggelapkan hati
dinginnya yg membekukan jiwa
aku di patungkan suasana
para jangkrik mulai memainkan perannya
bersuara di keheningan malam
seakan suara mereka menertawakan hidupku
hidupku yang sudah tak bermakna
rasa sedih yg kini menguasai
kekosongan hati yang tak juga terisi
tapi masih ku berikan senyumku pada dunia
sebuah senyuman palsu
akulah si bahagia yang tak nyata
semua tawaku bersifat fana
kebahagia’anku pergi di bawa cinta
cinta yang hancurkan hidup yang aku punya
cinta yang aku puja
malah menghancurkan hati ini
kepingannya coba ku susun kembali
ku bentuk menyerupai aslinya
tapi tak menghilangkan tanda dari retakannya
rasa sakit ini akan ku bawa mati
biarlah sang cinta membawa bahagia
aku relakan kau pergi
menyisakan kekosongan hati ini
agar kau mendapat bahagia
walau aku sangat menderita
Si bahagia yang tak nyata – oleh Taufiq Ridho
Garut
Subscribe to:
Posts (Atom)